Habib Umar Assegaf Adu Pukul dengan Petugas

Habib Umar Assegaf Adu Pukul dengan Petugas
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Saat ini sedang viral sebuah video di media sosial yang menampilkan seorang pria berpakaian gamis dan berserban putih terlibat adu pukul dengan petugas gabungan yang berjaga di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur.

Seperti dilansir Viva.co.id (21/5), pria tersebut cekcok dengan petugas setelah mobil yang ditumpanginya dipaksa oleh petugas untuk putar balik karena melanggar PSBB. 

Dalam video itu, petugas gabungan terlihat menghentikan sebuah mobil sedan Toyota Camry bernomor polisi N1B di sebuah jalur putar balik. Pria bergamis yang disebut-sebut sebagai Habib Umar Assegaf Bangil tampak tidak terima dipaksa putar balik oleh petugas. Saat itu seorang polisi mencoba merayu pria yang sedang “mengamuk” itu agar tetap memutar balik mobilnya. 

Dilaporkan viva.co.id, polisi menegur pria bergamis tersebut lantaran pengemudinya tidak menggunakan masker. Selain itu jumlah penumpang juga melebihi ketentuan PSBB. Namun, pria yang diduga Habib Umar itu tetap menolak dengan suara bernada keras.

loading...

Dalam video itu juga terlihat petugas berseragam Satuan Polisi Pamong Praja yang ikut menegur. Cekcok tidak dapat dihindari sehingga pria itu terlibat adu fisik dengan petugas Satpol PP sampai akhirnya mobil berwarna hitam tersebut akhirnya harus putar balik. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, sebagaimana dikutip viva.com menerangkan bahwa insiden itu terjadi di check point PSBB di Exit Tol Satelit Surabaya pada hari Rabu sore (20/5). Andiko juga membenarkan bahwa pria bergamis tersebut adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil, pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan. 

Dikabarkan bahwa insiden bermula ketika petugas gabungan menghentikan mobil tersebut yang melaju dari arah Malang, dan keluar di Exit Tol Satelit Surabaya. Saat itu petugas melakukan pemeriksaan karena pelat mobil adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik). 

Karena dianggap melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kota Surabaya, maka para petugas gabungan meminta agar pengemudi dan pemilik mobil berputar balik dengan cara baik-baik, tapi justru direspons dengan kata-kata kasar. 

Sumber berita dan foto: Viva

loading...

tambo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *