Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Pasca Demo

Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 Pasca Demo
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebelumnya demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi di beberapa daerah di Jatim dikhawatirkan akan menjadi ajang penularan Covid-19. Dilansir Detik (12/10), Satgas COVID-19 Jawa Timur masih memonitor tren kenaikan kasus dalam beberapa hari terakhir.

Anggota Satgas COVID-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril mengatakan bahwa sampai hari ini belum termonitor kenaikan kasus. Masih di angka 300-an kasus.

Menurut perhitungan Pakar Epidemiologi, Jibril menyebut bahwa kenaikan kasus karena klaster atau peristiwa tertentu akan muncul setelah seminggu dari awal penyebaran. Sebagai contoh aksi yang dilakukan pada Kamis (8/10) akan muncul dan tercatat pada Kamis (15/10). Hal ini disebabkan karena ada masa inkubasi satu minggu.

Dilaporkan Detik, kasus Covid-19 di Jatim pasca demonstrasi tolak UU Omnibus Law berada di kisaran angka 300-an kasus. Tercatat pada Jumat (9/10) ada 310 kasus baru. Lalu Sabtu (10/10) ada 310 kasus baru juga dan pada Minggu (11/10) ada 269 kasus baru.

loading...

Sementara  itu pakar Epidemologi dari Universitas Airlangga, dr Windhu Purnomo mengatakan demo yang dilakukan secara masif di Jatim bisa berdampak pada penularan COVID-19.

Dia melihat para demonstran banyak yang tidak menaaati protokol kesehatan. Seperti berkerumun, tidak memakai masker dengan benar hingga tidak memakai masker sama sekali. Selain itu, para demonstran juga tidak mencuci tangan selama aksi.

Potensi penyebaran Covid-19 juga bisa terjadi pada aparat, kata Windhu, karena mereka terlibat untuk mengamankan di lapangan. Sedangkan kondisi di lapangan saat aksi hingga ricuh berkerumun tanpa jarak.

Dia menambahkan bahwa aksi dengan ribuan massa itu tidak menutup kemungkinan munculnya klaster demonstran.

Sumber: Detik

loading...

Ilustrasi: Tempo

tambo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *