Indonesia Masuk 10 Besar Juara Utang

Indonesia Masuk 10 Besar Juara Utang
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dilaporkan Republika (13/10), Bank Dunia memasukkan Indonesia dalam 10 besar negara berpendapatan rendah dan menengah yang memiliki utang luar negeri terbesar pada tahun lalu.

Besaran utang mencapai 402,08 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,9 triliun dengan nilai tukar Rp 14.732 per dolar AS.

Menurut Republika, dari data yang dipublikasikan Bank Dunia dalam laporan Statistik Utang Internasional (IDS) pada Senin (12/10) menunjukkan, Indonesia berada pada peringkat keenam. Kecuali Cina, negara-negara yang memiliki utang luar negeri lebih banyak dari Indonesia adalah Brasil, India, Meksiko, Rusia dan Turki.

IDS juga menyajikan gambaran sisa dan aliran utang luar negeri 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2019. Secara keseluruhan, total utang luar negeri mereka pada akhir 2019 mencapai 8 triliun dolar AS atau tumbuh 5,4 persen, tingkat kecepatan yang sama seperti tahun sebelumnya.

loading...

Adapun Indonesia, utang luar negeri terus mengalami pertumbuhan secara bertahap sejak 2009. Dibandingkan 2018, besaran utang luar negeri pada 2019 naik enam persen. Bahkan, jika merujuk pada data 2009 atau ketika utang luar negeri di level 179,4 juta dolar AS, terjadi kenaikan hingga 124 persen.

Utang luar negeri Indonesia didominasi utang jangka panjang.

Jika dilihat dari jenis kreditur, sebagian besar utang luar negeri Indonesia pada tahun lalu berasal dari penerbitan surat utang. Nilainya mencapai 173,2 juta dolar AS, tumbuh lebih dari 500 persen dibandingkan 2009, sebesar 25,8 juta dolar AS.

Dominasi itu mengalami pergeseran dibandingkan pada 2009. Saat itu, struktur utang luar negeri Indonesia masih mayoritas berasal dari pinjaman.

Secara keseluruhan, Bank Dunia mencatat, rasio utang terhadap Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/ GNI) mencapai 37 persen. Angka ini tumbuh sedikit dibandingkan satu dekade sebelumnya, 34 persen.

loading...

Pertumbuhan signifikan terjadi pada rasio utang terhadap ekspor yang pada tahun lalu mencapai 194 persen. Pada 2009, rasionya hanya 141 persen.

Sumber: Republika

Ilustrasi: Boulderweekly

tambo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *